Irup HAB ke-80, Bupati Maros Ajak Tokoh Agama Manfaatkan Medsos Sebarkan Pesan Bijak
Karena itu, Chaidir mendorong para ulama, penyuluh, dan tokoh agama untuk tidak ragu masuk ke ruang digital dan memanfaatkan media sosial secara positif.
“Para ulama, penyuluh, dan tokoh agama harus melakukan perubahan, masuk ke dunia teknologi. Tantangan besar kita hari ini adalah media sosial. Mari kita bergerak. Seluruh ASN Kemenag harus tahu AI, tahu media sosial, karena perhatian masyarakat sekarang banyak tertuju pada konten di medsos,” tegasnya.
Ia berharap pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan, penuh kebijaksanaan, dan bernilai positif dapat tersebar luas melalui platform digital.
“Para tokoh agama dengan pesan bijaknya, pesan positif, mari kita sebarkan di media sosial,” harap Chaidir.
Chaidir juga menegaskan pentingnya kolaborasi yang selama ini terjalin antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama di Kabupaten Maros.
Menurutnya, kedua institusi tersebut memiliki peran yang saling melengkapi dalam pembangunan daerah dan pembinaan kehidupan beragama.
“Pemda dan Kemenag itu ibarat koin mata uang, sisinya tidak bisa dipisahkan. Selama ini, pembangunan yang dilakukan Pemda selalu disertai dorongan dan kolaborasi dari Kemenag Maros,” tuturnya.
Ia turut memberikan apresiasi kepada para penyuluh agama yang dinilainya sebagai garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan kedamaian masyarakat hingga ke tingkat desa dan kecamatan.
“Apresiasi kepada penyuluh agama yang terus membersamai masyarakat, menjadikan mereka hidup rukun dan damai. Itu semua tidak lepas dari pembinaan penyuluh agama dan tokoh agama,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Chaidir juga mengajak seluruh jajaran Kemenag Maros untuk mendukung program Asta Cita Presiden RI serta menyukseskan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Maros.
Selain itu, ia menyatakan komitmen penuh Pemerintah Daerah untuk menyukseskan Kabupaten Maros sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026.








Tinggalkan Balasan