RDTR Turikale nantinya akan mengatur arah pengembangan kawasan, meliputi zona permukiman, pusat pemerintahan, kawasan ekonomi dan perdagangan, kawasan jasa, serta ruang terbuka dan fasilitas publik. Dokumen tersebut juga memuat ketentuan rinci terkait intensitas pemanfaatan ruang, batas ketinggian bangunan, jaringan transportasi, hingga penetapan zona perlindungan.

Selain kawasan perkotaan, Turikale juga memiliki lahan pertanian produktif berupa sawah. Kurniati menyebut aspek ini menjadi perhatian penting dalam penyusunan RDTR.

“Akan dilihat mana sawah yang harus tetap dipertahankan dan mana yang berpotensi dialihkan fungsinya. Ini untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan ketahanan pangan,” jelasnya.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menekan alih fungsi lahan yang tidak terkendali sekaligus menjaga keseimbangan ekologis kawasan. Hasil kajian konsultan juga menyoroti aspek kebencanaan dan mobilitas wilayah, termasuk sejumlah titik yang rawan banjir musiman atau berada di jalur drainase utama.

RDTR akan memberikan arahan terkait penempatan infrastruktur publik di lokasi yang aman, penguatan sistem drainase, pembatasan pembangunan di kawasan rawan, serta penataan jaringan jalan guna mendukung mobilitas perkotaan.

Melalui konsultasi publik ini, masyarakat diberi ruang untuk memberikan koreksi, masukan, maupun informasi lapangan yang belum tercakup dalam data teknis perencanaan.

Pemerintah daerah menilai keterlibatan masyarakat sebagai faktor penting dalam keberhasilan penyusunan RDTR.

“Kita berharap semua pihak terlibat karena dokumen ini bukan hanya milik pemerintah, tapi milik masyarakat Turikale,” tutur Davied.

Usai tahapan konsultasi publik, proses akan dilanjutkan dengan penyempurnaan dokumen oleh konsultan, verifikasi lapangan, sinkronisasi dengan perangkat daerah teknis, hingga tahapan pengesahan sesuai ketentuan regulasi tata ruang.

Pemerintah berharap RDTR Turikale dapat menjadi pedoman pembangunan yang terarah, berkelanjutan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan kawasan perkotaan di masa mendatang.

YouTube player