Bupati Maros Serahkan Bantuan ATENSI untuk 22 Anak dari Keluarga Tak Mampu
RAKYAT NEWS, MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada 22 anak yang berasal dari keluarga prasejahtera dan anak-anak dengan kondisi khusus.
Acara penyerahan bantuan ini berlangsung di Baruga B, Kompleks Kantor Bupati Maros pada Jumat (13/6/2025).
Penyaluran bantuan ATENSI secara simbolis diserahkan langsung oleh Bupati Maros, A.S. Chaidir Syam, dengan disaksikan oleh Leni Eko Prihatin dan Hendra Jaya dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial RI.
Dalam sambutannya, Bupati Maros menyampaikan penghargaan dan dukungan terhadap penyaluran bantuan tersebut. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini mencerminkan perhatian bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam memberikan perlindungan serta dukungan bagi anak-anak yang membutuhkan.
“Kita bisa saksikan bersama bahwa hari ini adalah pemberian atensi, namanya program ATENSI, untuk anak-anak kita yang membutuhkan perhatian. Ada 22 anak yang hari ini mendapat bantuan, dan Alhamdulillah Kementerian Sosial hadir untuk mendukung,” ujar Bupati.
Ia juga mengarahkan dinas terkait agar memperhatikan validitas data penerima bantuan demi memastikan agar program ini benar-benar tepat sasaran.
“Saya meminta kepada jajaran dinas terkait agar benar-benar memperhatikan data penerima bantuan yang diperoleh dari Kementerian Sosial, sehingga proses pendistribusian dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, Leni Eko Prihatin dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak menjelaskan bahwa bantuan tersebut diberikan setelah melalui asesmen oleh pendamping sosial.
Bantuan yang disalurkan mencakup nutrisi, alat permainan edukatif, perlengkapan sekolah, dan alat kebersihan pribadi.
“Bantuan ini diberikan berdasarkan hasil asesmen pendamping. Yang kami serahkan berupa nutrisi, alat permainan edukatif, perlengkapan sekolah, serta kebutuhan kebersihan pribadi,” jelas Leni.
Ia menambahkan bahwa anak-anak penerima berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi rendah dan memiliki permasalahan tertentu, termasuk di antaranya penyandang disabilitas.
“Anak-anak yang menerima ini masuk dalam desil satu dan dua, artinya benar-benar dari keluarga tidak mampu dan memiliki permasalahan tertentu. Bantuan ini sifatnya stimulan agar keluarga lebih bertanggung jawab dan terlibat aktif dalam pemenuhan kebutuhan anak,” tambahnya.
Lebih lanjut, Leni menyampaikan bahwa pengembangan program ini di masa mendatang akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan kebijakan yang berlaku.
Melalui bantuan ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga serta meningkatkan keterlibatan dan perhatian orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak mereka, terutama yang memiliki kebutuhan khusus.


Tinggalkan Balasan Batalkan balasan